Minggu, 18 April 2010

SQL INJECTION

Konsep Dasar SQL Injection


- SQL injection adalah sebuah aksi hacking yang dilakukan di aplikasi client dengan cara memodifikasi perintah SQL yang ada di memori aplikasi client.

- SQL Injection merupakan teknik mengeksploitasi web aplikasi yang didalamnya menggunakan database untuk penyimpanan data.

Bahaya dari penggunaan SQL Injection :

- Teknik ini memungkinkan seseorang dapat login kedalam sistem tanpa harus memiliki account.

- Selain itu SQL injection juga memungkinkan seseorang merubah, menghapus, maupun menambahkan data–data yang berada didalam database.

- Bahkan yang lebih berbahaya lagi yaitu mematikan database itu sendiri, sehingga tidak bisa memberi layanan kepada web server.



Contoh Syntak SQL Injection :


- $SQL = “select * from login where username =’$username’ and password = ‘$password’”; , {dari GET atau POST variable }

- isikan password dengan string ’ or ’’ = ’

- hasilnya maka SQL akan seperti ini = “select * from login where username = ’$username’ and password=’pass’ or ‘=′”; , { dengan SQL ini hasil selection akan selalu TRUE }

- maka kita bisa inject sintax SQL (dalam hal ini OR) kedalam SQL





Cara pencegahan SQL Injection :



- Batasi panjang input box (jika memungkinkan), dengan
cara membatasinya di kode program, jadi si cracker pemula akan bingung sejenak melihat input box nya gak bisa diinject dengan perintah yang panjang.

- Filter input yang dimasukkan oleh user, terutama penggunaan tanda kutip tunggal (Input Validation).

- Matikan atau sembunyikan pesan-pesan error yang keluar dari SQL Server yang berjalan.

- Matikan fasilitas-fasilitas standar seperti Stored Procedures, Extended Stored Procedures jika memungkinkan.

- Ubah "Startup and run SQL Server" menggunakan low privilege user di SQL Server Security tab.




Syntax SQL Injection


1. Commenting out.
Gunanya untuk mengakhiri suatu query, bypass query.
+ SQL Server
Syntax: –
Penggunaan: DROP namatabel;–
+ MySQL
Syntax: #
Penggunaan: DROP namatabel;#

Contoh penggunaan in real life:
* Username: admin’–
* Proses query yang terjadi di server:
SELECT * FROM userlist WHERE username=’admin’–’ AND password=’password’;
Query ini akan memberikan km akses sebagai admin karena query selanjutnya setelah — akan diabaikan

2. Inline comment
Gunanya untuk mengetahui versi SQL server yang digunakan atau untuk bypass script proteksi
+ SQL Server (MySQL juga bisa)
Syntax: /*Comment*/
Penggunaan: DROP/*comment*/namatabel
atau: DR/**/OP/*bypass proteksi*/namatabel
atau: SELECT/*menghindari-spasi*/password/**/FROM/**/userlist

+ MySQL (mendeteksi versi)
Syntax: /*!MYSQL Special SQL*/
Penggunaan: SELECT /*!32302 1/0,*/1 FROM namatabel
Note: Syntax juga bisa digunakan jika versi MySQL lebih tinggi dari 3.23.02 (sesuai query), tidak berfungsi untuk versi dibawahnya

3. Staking queries
Gunanya untuk menyambung 2 buah query dalam 1 transaksi.
+ SQL Server
Syntax: ;
Penggunaan: SELECT * FROM namatabel; DROP namatabel–

4. Pernyataan IF
Ini kunci jika melakukan Blind SQL Injection, juga berguna untuk testing sesuatu yang ga jelas secara akurat
+ SQL Server
Syntax: IF kondisi bagian-true ELSE bagian-false
Penggunaan: IF (1=1) SELECT ‘true’ ELSE SELECT ‘false’

+ MySQL
Syntax: IF(kondisi,bagian-true,bagian-false)
Penggunaan: SELECT IF(1=1,’true’,’false’)

5. Operasi String
Gunanya untuk bypass proteksi
+ SQL Server
Syntax: +
Penggunaan: SELECT login + ‘-’ + password FROM userlist
+ MySQL Server
Syntax: ||
Penggunaan: SELECT login || ‘-’ || password FROM userlist

Note: Jika MySQL server dalam mode ANSI syntax berfunsi. Cara lain adalah dengan menggunakan fungsi CONCAT() dalam MySQL.
Syntax: CONCAT(str1,str2,str3,…)
Penggunaan: SELECT CONCAT(login,password) FROM userlist

6. Union Injection
Gunanya menggabungkan 2 tabel yang berbeda dengan syarat tabel itu harus sama jumlah kolomnya.

Syntax: UNION
Penggunaan: ‘ UNION SELECT * FROM namatabel
atau: ‘ UNION ALL SELECT * FROM namatabel
atau: ‘ UNION SELECT kolom1,kolom2 FROM namatabel
Proses yang terjadi dalam query:
SELECT * FROM user WHERE id=’1′ UNION SELECT kolom1,kolom2 FROM namatabel

Jika tabel tersebut mempunyai kolom yang berbeda, maka dapat ditambahkan null atau 1
Penggunaan: ‘ UNION SELECT 1,kolom1,kolom2 FROM namatabel




tips untuk mencegah SQL Injection.


1. Lindungi Query SQL
Untuk melindungi query SQL, kita harus menerapkan tehnik sanitasi/mengosongkan seluruh input yang diterima dari request object ASP seperti: Request, Request.QueryString, Request.Form, Request.Cookies dan Request.ServerVariabbles. Teknik sanitasi ini sangat tergantung pada Relational Database Management System.

RDBMS merupakan sistem yang multiuser. Oleh karena itu, RDBMS menyertakan fitur sekuriti untuk mengontrol akses ke/dan penggunaan database. Tujuan arsitektur sekuriti RDBMS adalah untuk melindungi dan memverifikasi semua bagian informasi yang tersimpan dalam database. Informasi bisnis perlu diverifikasi untuk memastikan bahwa tidak ada data yang berubah.

Contoh penanganan MS SQL Server seperti dibawah ini.
Dalam sebuah halaman login, script semestinya terdiri dari dua variabel (txtUserName, txtPassword) dari jenis string yang dilewati. Saat sebuah tanda petik tunggal (') dimasukkan dalam sebuah parameter, hal ini mengijinkan user untuk memanipulasi perintah yang dieksekusi. Untuk menghadapi ancaman SQL Injection, hindari penggunaan tanda petik tunggal (') dengan menggunakan fungsi REPLACE, seperti dibawah ini:

p_strUsername = Replace(Request.Form("txtUsername"), "'", "''")
p_strPassword = Replace(Request.Form("txtPassword"), "'", "''")

Contoh yang kedua, script diharapkan adalah sebuah variabel (ID) jenis long integer. Perintah SQL yang tidak diotorisasi dapat mengeksekusi dengan menambahkan perintah SQL ke dalam parameter ID. Untuk mengatasi hal ini gunakan input untuk Long Integer dengan fungsi CLng sbb:
p_lngID = CLng(Request("ID"))

Jika user mencoba melewati suatu string, fungsi CLng akan menampilkan pesan error.

2. Mengganti Error message (Pesan Error)
Yang kedua adalah mengganti pesan error message karena hal ini seringkali digunakan oleh sang attacker untuk menelusuri informasi jalur penyimpanan database. Contoh codenya:

Sub LogError(strLocation)
Dim objFSO 'sebagai Scripting.FileSystemObject
Dim objStream 'sebagai Scripting.TextStream
if Err.Number = 0 Then Exit Sub
WriteLine "

"_
& "ERROR."_
& "Please try again later or contact webmaster.

"
Set objFSO = Server.CreateObject("Scripting.FileSystemObject")
Set objStream = objFSO.OpenTextFile("C:\errorlog.txt",_
ForAppending, True)
ObjStream.WriteLine Now() & ": [" & Request("SCRIPT_NAME")_
& " - Err #" & Err.Number & "]" _
& Err.description & "[Lokasi: " & strLocation & "]"
ObjStream.Close
Set objStream = Nothing
Set objFSO = Nothing
Response.End
End Sub

3. Batasi Permisi
batasi permisi hanya pada user yang terotorisasi saja. Sang user tentu saja harus yakin bahwa data yang dia terima sudah akurat dan tidak ceroboh memodifikasinya.



referensi : http://www.binushacker.net/
http://www.jogjahacking.org/

keylogger

Apa itu keylogger??

Keylogger merupakan sebuah perangkat baik perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol keyboard. Sebuah keylogger biasanya akan menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol keyboard tersebut ke dalam sebuah berkas log/catatan/rekaman. Beberapa keylogger tertentu bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke e-mail tertentu secara periodik.
Keylogger dapat digunakan untuk kepentingan yang baik atau bahkan bisa digunakan untuk kepentingan yang jahat. Kepentingan yang baik antara lain untuk memantau produktivitas karyawan, untuk penegakan hukum dan pencarian bukti kejahatan. Kepentingan yang buruk antara lain pencurian data dan password.
Keylogger yang berupa hardware besarnya seukuran baterai ukuran AA. Keylogger jenis ini dipasangkan pada ujung keyboard, sehingga mencegat data yang dialirkan dari keyboard ke CPU. Sementara itu, keylogger dalam bentuk perangkat lunak terpasang di dalam komputer dan bekerja secara tersembunyi. Cara sederhana untuk menghindari dampak adanya keylogger pada sistem operasi Microsoft Windows adalah dengan menggunakan fitur on-screen keyboard (osk.exe).



Jenis Keylogger :

Keylogger dibuat dalam 2 jenis yaitu Software dan Hardware, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dengan tujuan yang sama. Contoh keylogger berbentuk software adalah Invisible Keylogger, KGB Keylogger, dan Stealth Keylogger. Software ini bisa di install ke computer korban dan secara otomatis software ini akan menyembunyikan dirinya sehingga tidak diketahui oleh korbannya. Korban tidak akan bisa melihat program ini sedang berjalan, karena semua software keylogger menawarkan Hide modus (Modus Sembunyi) yang tidak akan menampilkan icon, nama program pada task manager dan lainnya. Banyak juga Trojan yang digunakan para hacker yang berfungsi sebagai keylogger seperti Back Orifice, Netbus, Sub Seven,dll.

Kekurangan dari software keylogger adalah keberadaanya yang dapat dideteksi oleh program-program anti-spyware dan antivirus seperti Norton, Spycop, Who’s Watching me,dll. Sedangkan bentuk keylogger yang mudah digunakan dan tidak terdeteksi anti-spyware dan anti virus adalah hardware keylogger. Hardware keylogger juga dapat bekerja pada system operasi apapun dan bahkan password login system operasi juga bisa direkam.

Pada dasarnya ketikan apapun, dimanapun dan dengan Sistem Operasi apapun tidak berpengaruh terhadap hardware keylogger. Semua ketikan yang dilakukan akan terlebih dahulu melalui hardware keylogger yang telah terpasang sebelum dialirkan ke computer itu sendiri. Karena bentuknya yang berupa hardware, maka untuk memasang keylogger jenis ini diperlukan akses fisik ke computer yang hendak dipasang. Jika anda ingin memasang ke computer yang berada di Afrika,jelas anda harus ke Afrika untuk memasang keylogger hardware tersebut. Inillah alasan mengapa hardware keylogger tidak banyak diketahui secara umum dan tentunya ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi para hacker, bahkan di Indonesia belum ditemukan toko yang menjual produk keylogger hardware ini.

Beberapa situs penyedia keylogger antara lain www.keyghost.com, www.amecisco.com, dan www.keyloggersdirect.com. Hardware keylogger biasanya dipasang diantara konektor kabel asli keyboard dan port mouse pada computer. Karena pada umumnya keyboard saat ini menggunakan konektor PS2 dan USB, hardware keylogger juga tersedia dalam 2 macam yaitu PS2 dan USB. Jenis keylogger semacam ini relative mudah dideteksi dengan melihat secara fisik kabel keyboard computer yang sedang digunakan. Namun,terkadang computer-komputer public seperti warnet memasang lemari kecil untuk komputernya sehingga tidak memungkinkan kita untuk mengeceknya dan hal ini menjadikan bermain internet di warnet menjadi sangat rawan penyadapan. Dengan cara inilah semua enkripsi yang sekuat dan serumit apapun menjadi percuma dan dengan mudah bisa dicuri. Menurut saya hardware keylogger ini tidak dapat bekerja pada laptop, kan keyboard laptop tidak menggunakan koneksi PS2 dan USB alias langsung.

Cara Mengatasi Keylogger

Keylogger memiliki 2 bentuk yaitu Hardware dan Software dengan karakterisitik yang sangat berbeda membuat teknik mendeteksi dan pencegahannya pun juga berbeda. Dahulu sempat terdengar untuk menghindari Software keylogger dapat menggunakan Virtual Keyboard yang dapat di akses melalui menu Accessories – Accessibility – On-Screen Keyboard. Penggunaan Virtual Keyboard ini tidak berguna untuk menghadapi Software Keylogger karena Virtual Keyboard ini tetap mengirimkan text yang akan ditampilkan pada program dan text ini tetap akan direkam oleh Software Keylogger, bahkan Keylogger juga dapat meng-capture tampilan text tersebut.

Namun, virtual keyboard sangat ampuh dan berguna untuk mencegah hardware keylogger, karena text yang diketikkan tidak akan melalui keyboard asli dan juga tidak melalui kabel dan port keyboard yang telah dipasangi Hardware Keylogger. Atau untuk menghindari hardware keylogger, anda dapat menggunakan Keyboard yang anda bawa sendiri dari rumah... ? dan untuk mencegah adanya Software Keylogger,dapat menggunakan Program anti-spyware atau antivirus yang tentunya selalu ter-update.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan mencari direktori yang disembunyikan, karena biasanya pemasang Keylogger membuat directory yang tersembunyi agar tidak diketahui oleh pemakai namun langkah ini juga bisa membantu kita untuk mengetahui keberadaan suatu program yang tidak dikehendaki. Untuk melakukan langkah ini, jalankan perintah "dir /ah /s" pada Command Prompt yang akan menampilkan semua file dan direktori yang disembunyikan.
//E.O.F

Cara kerja keylogger

Setelah di download, jangan lupa extract file tersebut. OK ! Setelah file download tersebut di extract, akan ada 2 folder : Folder DOUGLAS_EN n’ Folder DOUGLAS_ES .
Hapus aja Folder DOUGLAS_ES, gag penting !!! kenapa ditanya? karena pake bahasa spanyol … :-/ yang kita gunakan Folder DOUGLAS_EN, karena pake bahasa Inggris …
Lalu kamu buka folder DOUGLAS_EN. Di dalam pasti ada 6 File dan 1 Folder DATA. iya kan ??
Double klik pada file install.exe . Nanti pada proses penginstalan, kamu akan diminta memasukan password. Isi password terserah kamu yang penting gampang di ingat !! Selesai deh ..
Pastikan keylogger sudah terinstal, untuk menggunakan keylogger tinggal tekan tombol CTRL+ALT+SHIFT+F9 pada keyboard kamu …

Untuk melihat informasi yang udah di rekam oleh keylogger, kamu pilih READ INFORMATION. Terus masukkan password yang sama dengan password yang kamu masukkan waktu proses penginstalan.

Terus kalau di dalamnya kosong / tidak ada informasi apa-apa, itu kenapa ?? Itu disebabkan karena tidak adanya aktifitas. Maksud aktifitas disini yaitu Penggunan PC tersebut.

Contoh : Misal kamu lagi facebook’an, coba kamu logout dari Facebook kamu. Pastikan keylogger telah terinstal Di PC tersebut, terus coba kamu login kembali dengan memasukkan alamat email dan password facebook kamu. Lalu buka keylogger kamu dengan menekan tobol CTRL+ALT+SHIFT+F9 … Kemudian pilih READ INFORMATION, lalu masukkan password keylogger kamu.


Cara Menghindari & Mengatasi Keylogger

Untuk mengatasi keylogger itu mudah. Berikut cara-cara untuk menghindari & mengatasi keylogger :

* Gunakan Antivirus !!

Biasanya antivirus yang bagus itu mendeteksi keylogger sebagai virus. So, sebelum memakai komputer, scan dulu komputer kamu.

* Gunakan On-Screen Keyboard!!

On-Screen Keyboard merupakan tool bawaan windows yang berfungsi seperti fungsi keyboard. Tampilan-nya pun mirip seperti keyboard. Cuma cara penggunaan-nya harus menggunakan mouse. Untuk menggunakan On-Screen Keyboard, caranya :

Klik Start Pilih Program > Accessories > Accessibility > On-Screen Keyboard.
Tempatkan kursor di kolom username dan password facebook.
Masukkan username dan password facebook kamu dengan mengklik huruf/angka yang ada pada On-Screen Keyboard.
* Gunakan Anti Keylogger!!!
Kamu bisa mendownload anti keylogger secara gratis

Solusi Jika Facebook Kamu Di Hack

Kalo Facebook kamu di hack? Apa aja yang kamu lakukan ketika facebook kamu di hack ??

- Stress ??
- Pasrah ???
- Berdoa seharian ???
- Lapor polisi ???
- Nangis2 ???

Tenang, solusi-nya mudah kok, yang perlu kamu lakukan tinggal lapor ke pihak facebook. Caranya ? Buka url dibawah ini :

http://www.facebook.com/help/contact.php?show_form=account_hacked

Isi Form tersebut, kalo udah klik Submit. Nanti atau dalam beberapa hari, akan ada balasan melalui email dari pihak facebook.




Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Keylogger"
http://black-it.net/
http://capedeh.com/

Kamis, 25 Februari 2010

Teknologi WAN

Teknologi WAN

Wide area network (WAN) digunakan untuk saling menghubungkan jaringan-jaringan yang secara fisik tidak saling berdekatan terpisah antar kota, propinsi, atau bahkan terpisahkan benua melewati batas wilayah negara satu sama lain. Koneksi antar remote jaringan ini umumnya dengan kecepatan yang sangat jauh lebih lambat dari koneksi jaringan local lewat kabel jaringan. Saat ini banyak tersedia Teknologi WAN yang disediakan oleh banyak operator penyedia layanan (ISP).
Menurut definisinya Teknologi WAN digunakan untuk:
• Mengoperasikan jaringan area dengan batas geography yang sangat luas
• Memungkinkan akses melalui interface serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah.
• Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on-demand)
• Menghubungkan perangkat2 yang terpisah melewati area global yang luas.
Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat2 yang terpisah oleh area yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, dan protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.

Teknologi WAN menghubungkan perangkat2 WAN yang termasuk didalamnya adalah:
1. Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interface WAN
2. Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video.
3. Modem, yang memberikan layanan interface voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interface layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NT1) yang menginterface layanan Integrated Services Digital Network (ISDN).
4. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link.

Pendahuluan Teknologi WAN
Protocol WAN pada layer Physical menjelaskan bagaimana memberikan koneksi electric, mekanik, operasional, dan fungsional dari layanan jaringan WAN. Layanan2 ini kebanyakan didapatkan dari para penyedia layanan seperti Telkom, Lintas Artha, Indosat.

Data Link Layer WAN
Protocol WAN pada layer Data Link menjelaskan bagaimana frame dibawah antar system melalui jalur tunggal. Protocol2 ini didesign untuk beroperasi melalui koneksi dedicated Point-to-Point, multi-point, dan juga layanan akses multi-Switched seperti Frame relay. WAN juga mendefenisikan standards WAN yang umumnya menjelaskan metoda2 pengiriman layer physical dan juga kebutuhan2 layer Data Link meliputi addressing dan encapsulation flow control.
Layer Physical WAN
Layer Physical WAN menjelaskan interface antar data terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya DCE adalah penyedia layanan (ISP) dan DTE adalah perangkat terhubung. Dalam model ini, layanan2 yang ditawarkan kepada DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel service unit/data service unit (CSU/DSU).

Beberapa standard layer Physical menspesifikasikan interface berikut ini:
• EIA/TIA-232
• EIA/TIA-449
• V.24
• V.35
• X.21
• G.703
• EIA-530
Protocol WAN layer Data Link
WAN mendefinisikan umumnya encapsulation data link layer yang dihubungkan dengan line serial synchronous seperti dijabarkan berikut ini:

Protocol WAN
• High-Level Data Link Control (HDLC) – adalah standard ISO yang bisa saja tidak saling kompatibel antar layanan yang berbeda. HDLC mendukung konfigurasi Point-to-Point ataupun Multi-point.
• Frame Relay – disbanding protocol2 WAN lainnya, layanan frame menggunakan framing tanpa memberikan koreksi error melalui mekanisme lewat fasilitas digital berkualitas tinggi. Frame relay bisa mentransmisikan data sangat cepat karena tanpa adanya perlunya koreksi error.
• Point-to-Point Protocol (PPP) – PPP mengandung field yang mengidentifikasikan protocol layer Network.
• Integrated Services Digital Network (ISDN) – adalah suatu sekelompok layanan digital yang mentransmisikan voice dan data melalui line telpon yang sudah ada.
• Protocol2 WAN Data Link Layer mendukung protocol2 baik protocol2 conectionless maupun conection-oriented layer tinggi.

Komunikasi WAN

Teknologi WAN tegantung pada fihak penyelenggara layanan seperti Telkom, Indosat untuk koneksi jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan local LAN yang mentransmisikan data melalui koneksi fisik digital antar komputer, teknologi WAN menggunakan kombinasi signal analog dan digital dalam mentranmisikan data.


Teknologi WAN - Elemen dan fungsi

Message berjalan dari point ke point secara berbeda tergantung pada koneksi fisik dan protocol yang digunakan yang meliputi:
1. Dedicated connections
2. Circuit-switched networks
3. Packet-switched networks
Jaringan2 Dedicated dan Switched mempunyai sifat koneksi yang selalu tersedia pada jaringan sementara Circuit Swithed perlu membangun koneksi terlebih dahulu melalui mekanisme dial-up antar perangkat yang berkomunikasi. Pada routing Dial-on-Demand router membuka koneksi secara automatis jika ada data yang perlu dikirim, dan akan menutup secara automatis jika line idle alias tidak ada lagi data yang dikirim.
Layanan2 WAN

Ada beberapa teknologi WAN yang diberikan oleh penyedia layanan WAN seperti berikut ini:

PSTN
Adalah jaringan telpon Switched public yang merupakan komunikasi WAN yang kuno dan banyak dipakai diseluruh dunia. PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan jaringan Circuit Switched yang berbasis dial-up atau leased line (selalu ON) menggunakan line telpon dimana data dari digital pada sisi komputer di konversikan ke analog menggunakan modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai 56 kbps saja.

Leased lines

Leased line atau biasa disebut Dedicated l ine adalah teknologi WAN menggunakan koneksi langsung permanen antar perangkat dan memberikan koneksi kualitas line konstan. Layanan ini lebih mahal tentunya dibandingkan PSTN menurut kebutuhan.
X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T suatu teknologi paket Switching melalui PSTN. X.25 dibangun berdasarkan pada layer Physical dan Data Link pada model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switching, walaupun X.25 bisa saja dibangun melalui jaringan digital. Protocol2 X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antar DTE dan DCE di setup dan di maintain dalam PDN – public data network.
• Anda perlu berlangganan untuk layanan X.25 ini yang bisa menggunakan line dedicated kepada PDN untuk membuat koneksi WAN.
• X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 kbps pada line analog.
• X.25 menggunakan frame sebagai variable ukuran paket.
• Menyediakan deteksi error dan juga koreksinya untuk menjamin kehandalan melalui line analog yang berkualitas rendah.

Frame relay

Frame relay adalah salah satu Teknologi WAN dalam paket Switching dimana komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi. Lebih jelasnya bisa dilihat di Frame relay.

ISDN

ISDN (Integrated services digital network) mendefinisikan standard dalam menggunakan line telpon analog untuk transmisi data baik analog maupun digital. Lebih jelasnya lihat di ISDN disini.

ATM

Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah koneksi WAN berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknologi paket switching dengan speed sampai 155 Mbps bahkan 622 Mbps. ATM bisa mentransmisikan data secara simultan dengan digitized voice, dan digitized video baik melalui LAN maupun WAN.
• ATM menggunakan cell berukuran kecil (53-byte) yang lebih mudah diproses dibandingkan cell variable pada X.25 atau frame relay.
• Kecepatan transfer bisa setinggi sampai 1.2 Gigabit.
• Merupakan line digital berkualitas tinggi dan low noise dan tidak memerlukan error checking.
• Bisa menggunakan media transmisi dari coaxial, twisted pair, atau fiber optic.
• Bisa tansmit data secara simultan

TEKNOLOGI xDSL

TEKNOLOGI xDSL

Definisi xDSL

DSL adalah Teknologi akses data yang menggunakan saluran kabel tembaga untuk layanan broadband. Sedangkan x-DSL singkatan umum untuk berbagai jenis DSL atau Digital Subscriber Line.
• "x" berarti tipe/jenis teknologi: HDSL, ADSL, IDSL, SDSL, VDSL, dan lain-lain.
• x-DSL mampu membawa informasi suara dan data (termasuk gambar atau video), untuk data dengan kecepatan bervariasi (128 Kbps hingga 8 Mbps).
• x-DSL menyediakan bandwidth frekuensi secara dedicated (no-share bandwidth).

xDSL memiliki beragam definisi yang dapat ditemukan di berbagai literatur baik secara offline maupun online (internet),
Dari beberapa definisi tersebut dan dari beberapa sumber yang lain, maka dapat disimpulkan bahwa xDSL:
• Merupakan famili teknologi yang menyediakan transmisi data digital pada jaringan tembaga.
• Merupakan singkatan umum untuk berbagai jenis tipe DSL
• Merujuk pada penggunaan teknologi antara peralatan pelanggan telepon dan STO, memungkinkan penggunaan bandwidth yang besar pada jaringan lokal akses telepon eksisiting.
• Adalah sebuah teknologi yang secara dramatis meningkatkan kapasitas digital saluran telepon biasa (local loop).
• Adalah Teknologi akses yang menggunakan saluran kabel tembaga eksisting untuk layanan broadband.
• Tujuan utama dari xDSL adalah untuk menyediakan layanan pita lebar untuk residensial dan perkantoran.
• DSL dan xDSL adalah terminologi umum untuk semua jenis-jenis dari Digital Subscriber Lines.

Alasan Penggunaan Teknologi xDSL

Ditinjau dari Aspek Layanan dan Operasional
• x-DSL mempunyai Bite Rate yang tinggi (asymetric dan symetric)
• x-DSL dapat melayani multi media akses (suara, data, video) secara simultan.
• x-DSL menggunakan aplikasi Mode IP dan ATM
• x-DSL memanfaatkan jaringan tembaga (saluran telepon eksisting / yang telah terpasang)
• x-DSL mudah dipasang dan langsung dapat dipakai
• x-DSL mudah diinstalasi

Beberapa keuntungan xDSL
• Menggunakan infrastruktur (kabel pair) eksisting.
• Layanan dapat seketika diberikan kepada setiap pelanggan yang telah mempunyai sambungan telepon baik perumahan maupun bisnis/perkantoran.
• Tidak perlu meng-upgrade sentral seperti layanan ISDN, karena trafik DSL tidak masuk ke sentral.
• Layanan baru yang diberikan tidak mengganggu layanan telepon eksisting (ADSL).
• Mampu memberikan kanal akses digital kecepatan tinggi secara dedicated untuk setiap pelanggan


Jenis-jenis xDSL

Contoh beberapa jenis xDSL

Terdapat beberapa jenis teknologi DSL berdasarkan perbedaan kecepatan data dan jarak maksimum yang disebabkan usaha untuk meningkatkan kecepatan pengiriman data dengan menggunakan jaringan telepon yang ada (lihat Tabel: tipe xDSL). Berikut adalah beberapa contoh teknologi xDSL :
1. HDSL (High Bit-Rate Digital Subscriber Line)
2. VDSL (Very high bit-rate DSL)
3. SDSL (Single-line / Symmetrical DSL)
4. ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

HDSL (High Bit-Rate Digital Subscriber Line)

• HDSL (High Bit-Rate Digital Subscriber Line) merupakan teknologi aplikasi pada jaringan lokal tembaga untuk menyalurkan layanan E1 (kecepatan 2Mbps).
• Kapasitas kabel yang digunakan adalah 1, 2 dan 3 pair kabel. Aplikasi ini juga dapat diintegrasikan dengan perangkat lain untuk menghasilkan layanan yang lebih kecil dari 2 Mbps

COT : Central Office Terminal
RT : Remote Office Terminal

Karakteristik HDSL :
• Kecepatan akses data : 1,5 Mbps atau 2 Mbps
• Jumlah pair kabel : 2 atau 3 pair kabel
• Transmission rate : simetrik.
• Interface : G.703, V.35, X-21, dll
Jangkauan
• 4 km : untuk kabel berdiameter 0.4 mm
• 6 km : untuk kabel berdiameter 0.6 mm
• 8 km : untuk kabel berdiameter 0.8 mm


Contoh Aplikasi / implementasi teknologi HDSL
Sebagai pengganda kabel primer :


Untuk jaringan penghubung antar sentral (2 Mbps) :

Untuk jaringan penghubung dari sentral ke pelanggan DID (PABX) :

Untuk layanan Leased Line (2 Mbps)

Untuk approach link


VDSL (Very high bit-rate DSL)

• VDSL (Very High Bit rate Digital Subscriber Line) adalah perangkat aktif di jaringan akses pelanggan yang dipergunakan untuk mendukung implementasi layanan multimedia pada jaringan broadband dengan menggunakan satu pair kabel tembaga.
• Rentang operasinya pada: 304 meter s.d. 1,37 Km.
• Salah satu kelemahan VDSL adalah, band frekuensi VDSL (20 Mhz) seringkali overlap dengan beberapa band frekuensi RF (Radio Frequency) yang digunakan untuk Radio Amatir atau transmisi Broadcast Radio
• Merupakan generasi baru dari HDSL maupun ADSL.
• Kapasitas transmisi VDSL jauh lebih besar dari pada ADSL maupun HDSL (bandwidth antara 10 s/d 30 MHz) dengan besarnya bandwidth frekuensi yang disalurkan jarak jangkauannya relatif lebih pendek.
• Disamping Transmisi Symetrik VDSL juga Asymetrik sebagai option.
• Aplikasi ini digunakan untuk menyalurkan layanan broadband.
• Bit rate untuk symmetrical transmission 13 Mb/s dan 26 Mb/s sedangkan untuk asymmetrical transmission downstream/upstream 52 Mbps/6,4 Mbps, 26 Mbps/3,2Mbps dan 13 Mbps/1,6 Mbps tergantung dari kondisi loop (kabel) dan noise.


Keuntungan VDSL

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan VDSL adalah :
• Menggunakan kabel tembaga eksisting atau kabel tembaga baru.
• Menghemat Investasi penggelaran jaringan baru.
• Cepat dalam proses instalasi.
• Mendukung transmisi data berkecapatan tinggi hingga 52 Mb/s untuk downstream dan 6,4Mb/s arah upstream.
• Dapat disambungkan ke jaringan telekomunikasi yang ada, misal; jaringan optik diterminasi di tingkat Distribution Area untuk selanjut di sambungkan ke end user menggunakan teknologi VDSL.

Karakteristik
• Kecepatan akses : sd. 52 Mbps
• Jumlah pair kabel : 1 pair kabel.
• Kode Saluran : CAP/QAM
• Simetrik dan atau Asimetrik (tergantung vendor)
• Mode asimetrik sd. 52 Mbps/6,4 Mbps, 26 Mbps/3,2Mbps dan 13 Mbps/1,6 Mbps (downstream/up-stream)
• Mode simetrik sd. 25 Mb/s (upstream =downstream)
• Merupakan pengembangan dari HDSL dan ADSL. Hanya digunakan untuk jarak pendek.
• VDSL dapat digunakan bersama-sama dengan FTTC (OAN).

Contoh Implementasi
Jenis layanan yang dapat di-support oleh VDSL meliputi :
• Video On Demand (VOD)
• Permainan (games)
• Interactive Education
• Penyaluran berita-berita elektronik
• Di samping itu, terdapat pelanggan-pelanggan tertentu yang menginginkan dua buah "setup boxes" untuk mendapatkan layanan-layanan dari sentral telepon dan layanan dari perusahaan tv kabel

SDSL (Single-line / Symmetrical DSL)

Merupakan jenis lain dari HDSL
• Memerlukan sepasang kawat saluran saja untuk menyalurkan POTS dan T1/E1
• Bersifat simetrik
• Menggunakan kecepatan data 2,3 Mbps, baik untuk kirim (upstream) atau terima (downstream).
• SDSL hanya menawarkan komunikasi data saja.
• SDSL merupakan solusi yang cocok untuk kalangan bisnis untuk digunakan sebagai komunikasi antar cabang (LAN jarak jauh dan Residential Video Conferencing)
• Mudah diterapkan di setiap pelanggan karena hanya memerlukan satu saluran telepon biasa
• Jarak transmisi s.d. 3 km.


ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)

• ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line): teknologi akses, yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, voice dan video secara bersamaan, menggunakan media jaringan akses kabel tembaga 1 pair.
• Disebut asimetrik karena rate / kecepatan transmisi dari sentral ke pelanggan (dowstream) tidak sama dengan rate transmisi dari arah pelanggan ke sentral (upstream)
• Aplikasi ini digunakan untuk menyalurkan layanan broadband .
• Bit rate downstream ± 8 Mb/s, upstream ± 640 kb/s,


Kelebihan/keunggulan Teknologi ADSL :
• Satu saluran telepon dapat digunakan untuk pembicaraan telepon dan akses data (internet, file transfer, e-mail, dll) pada saat bersamaan
• Koneksi ke internet lebih cepat dibanding menggunakan analog modem
• Sifat hubungan: dedicated connection
• Tidak seperti dial up modem, dimana terjadi share line dengan pengguna lainnya
• Cepat dalam proses instalasi

Layanan yang bisa diakomodasi ADSL:
• Telepon (POTS)Facsimile
• Akses Internet
• “Speedy” merupakan contoh pemanfaatan ADSL di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
• Video On Demand (MPEG 2 kualitas Laser Disc)
• Karaoke On Demand (MPEG 2 kualitas Laser Disc)
• Interactive Game
• Tele Education
• Tele Medicine
• Video Conference

Jaringan Wireless Seluler

Wireless WAN

Wireless wide area network (wireless WAN) menjangkau area yang jauh lebih luas dibandingkan wireless LAN. Jangkauan umumnya mencangkup nasional dengan infrastruktur jaringan wireless disediakan oleh wireless service carrier untuk biaya pemakaian bulanan, mirip dengan langgana ponsel.
Jika wireless LAN digunakan supaya user jaringan bisa bergerak dalam area yang kecil, maka wireless WAN digunakan untuk menyediakan koneksi internet bergerak dengan area jangkauan yang lebih luas untuk pelaku perjalanan bisnis atau teknisi lapangan. Wireless WAN memungkinkan user untuk mengakses internet, e-mail dan aplikasi serta informasi perusahaan meskipun mereka jauh dari kantor.
Wireless WAN menggunakan jaringan seluler untuk transmisi data dan contoh sistem seluler yang digunakan adalah CDMA, GSM, EDGE, 3G, dan HSPDA. Komputer portabel dengan modem wireless WAN terhubung ke base-station pada jaringan wireless pada gelombanag radio. Tower radio kemudian membawa sinyal ke mobile switching center, dimana data dilewatkan ke jaringan yang sesuai. Koneksi internet dilakukan dengan menggunakan koneksi-koneksi wireless service provider.
Wireless WAN menggunakan jaringan seluler eksisting sehingga bisa melakukan panggilan suara melalui wireless WAN. Baik telepon seluler dan kartu wireless WAN bisa melakukan panggilan suara dan juga melewatkan data pada jaringan wireless WAN.

Wireless WAN menjangkau area yang jauh lebih “luas”, pada tempat dimana provider jaringan seluler mempunyai wireless. Biasanya dalam skala regional, nasional atau bahkan global. Dengan menggunakan wireless WAN, user bisa mengakses data kemanapun mereka pergi dan ini salah satu keuntungan terbesar Wide Area Network.

1. third-generation technology (3G)

3G (dibaca: triji) adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: third-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless).
Sejarah
Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System)
2. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah – menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT
3. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.
Antara generasi kedua dan generasi ke-3, sering disisipkan Generasi 2,5, yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.
Definisi
Secara umum, ITU-T, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses:
- Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat (mobile).
- Sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian).
- Sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat.
Teknologi 3G
Pada saat ini ada dua cabang dari pengembangan 3G, yaitu dari sisi GSM (Global System for Mobile Communication)yang dipelopori oleh 3G Partnership Project dan CDMA (Code Division Multiple Access) yang dipelopori oleh 3G Partnership Project 2 (3GPP2). Kedua teknologi tidak kompatibel dan sesungguhnya saling berkompetisi.
Salah satu alasan mengapa layanan 3G dapat memberikan throughput yang lebih besar adalah karena penggunaan teknologi spektrum tersebar yang memungkinkan data masukan yang hendak ditransimisikan disebar di seluruh spektrum frekuensi. Selain mendapatkan pita lebar yang lebih besar, layanan berbasis spektrum tersebar jauh lebih aman daripada timeslot dan/atau frequency slot.
Jaringan 3G tidak merupakan upgrade dari 2G; operator 2G yang berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk mengganti banyak komponen untuk bisa memberikan layanan 3G. Sedangkan operator 2G yang berafiliasi dengan teknologi 3GPP2 lebih mudah dalam upgrade ke 3G karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke arah layanan nirkabel pita lebar (broadband wireless). Layanan 3G juga telah digembar-gemborkan namun pada kenyataannya, banyak ditemui kegagalan. Negara Jepang dan Korea Selatan adalah contoh dimana layanan 3G berhasil. Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh faktor:
1. Dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
2. Kultur masyarakatnya. Layanan video call, yang diramal menjadi killer application tidak terlalu banyak digunakan di kedua negara tersebut. Namun, layanan seperti download music dan akses Internet sangat digemari. Operator seperti NTT Docomo (Jepang) memberikan layanan Chaku Uta untuk download music. Sedangkan di Korea, layanan web presence seperti Cyworld yang diberikan oleh SK Tel, sangat digemari. Dengan layanan ini, pelanggan bisa mengambil foto dari handset dan langsung memuatnya ke web portal miliknya di Cyworld. Layanan ini kemudian ditiru oleh Flickr dengan handset N73.
3. Keragaman layanan konten. Docomo dan SKTel tidak menggunakan WAP standar sebagai layanan konten nya. Docomo mengembangkan aplikasi browser yang disebut iMode, sedangkan SKTel mempunyai June dan Nate.
Evolusi Menuju 3G
Jaringan Telepon Telekomunikasi selular telah meningkat menuju penggunaan layanan 3G dari 1999 hingga 2010. Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan 3G secara nasional dan transisi menuju 3G di Jepang sudah dicapai pada tahun 2006. Setelah itu Korea menjadi pengadopsi jaringan 3G pertama dan transisi telah dicapai pada awal tahun 2004, memimpin dunia dalam bidang telekomunikasi.
Operator dan jaringan UMTS Pada tahun 2005, evolusi jaringan 3G sedang dijalankan untuk beberapa tahun dikarenakan kapasitas yang terbatas dari jaringan 2G yang ada. Jaringan 2G diciptakan dengan tujuan utama adalah data suara dan transmisi yang lambat. Dikarenakan cepatnya arus perubahan pada permintaan pengguna, kebutuhan akan nirkabel mereka tidak terpenuhi.
“2.5G” (Dan juga 2,75G) adalah teknologi seperti pelayanan data i-mode, telepon berkamera, pertukaran rangkaian data berkecepatan tinggi (atau disebut juga High-Speed Circuit-Switched Data atau disingkat HSCSD) dan Pelayanan paket radio umum (atau dikenal dengan General Packet Radio Service atau GPRS)diciptakan untuk menyediakan beberapa funsi utama seperti jaringan 3G, tapi tanpa transisi penuh ke jaringan 3G. Pelayanan-Pelayanan ini diciptakan untuk memperkenalkan kemungkinan dari penerapan teknologi nirkabel untuk pengguna dan penigkatan permintaan untuk pelayanan 3G.
Salah paham tentang 3G
Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G di dalam masyarakat umum.
1. Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
2. Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).

2. Universal Mobile Telecommunications System (UMTS)

UMTS (bahasa Inggris: Universal Mobile Telecommunications System) adalah salah satu teknologi telepon genggam 3G (generasi ke-3). Sekarang ini bentuk yang paling banyak digunakan adalah W-CDMA yang distandarisasi oleh 3GPP.
Untuk membedakan UMTS dari teknologi 3G lainnya, UMTS seringkali dipasarkan sebagai 3GSM, menekankan dasar 3G dari teknologi ini.

3. High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA)

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah sebuah protokol telepon genggam dan kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G. HSDPA fase pertama berkapasitas 4,1 Mbps. Kemudian menyusul fase 2 berkapasitas 11 Mbps dan kapasitas maksimal downlink peak data rate hingga mencapai 14 Mbit/s. Teknologi ini dikembangkan dari WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang memungkinkan untuk penggunaan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).
HSDPA merupakan evolusi dari standar W-CDMA dan dirancang untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi. HSDPA memdefinisikan sebuah saluran W-CDMa yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSCH) yang cara operasinya berbeda dengan saluran W-CDMA yang ada sekarang. Hingga kini penggunaan teknologi HSDPA hanya pada komunikasi arah bawah menuju telepon genggam.
Kecepatan unduh datanya :
- Di lingkungan perumahan teknologi ini dapat melakukan unduh data hingga berkecepatan 3,7 Mbps.
- Dalam keadaan bergerak seseorang yang sedang berkendaraan di jalan tol berkecepatan 100 km/jam dapat mengakses internet berkecepatan 1,2 Mbps.
- Di lingkungan perkantoran yang padat pengguna dapat menikmati streaming video dengan perkiraan kecepatan 300 Kbps.
Kelebihan HSDPA
Kelebihan HSDPA adalah mengurangi tertundanya pengunduhan data (delay) dan memberikan umpan balik yang lebih cepat saat pengguna menggunakan aplikasi interaktif seperti mobile office atau akses Internet kecepatan tinggi untuk penggunaan fasilitas permainan atau mengunduh audio dan video. Kelebihan lain HSDPA, meningkatkan kapasitas sistim tanpa memerlukan spektrum frekuensi tambahan. Hal ini menyebabkan berkurangnya biaya layanan mobile data secara signifikan.

4. General Packet Radio Service (GPRS)

GPRS (singkatan bahasa Inggris: General Packet Radio Service, GPRS) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD. Sering disebut pula dengan teknologi 2,5G
Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing) internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136, walaupun jaringan GPRS saat ini terpisah dari GSM.
GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip ‘tunnelling’. Ia menawarkan laju data yang lebih tinggi. Laju datanya secara kasar sampai 160 kbps dibandingkan dengan 9,6kbps yang dapat disediakan oleh rangkaian tersakelar GSM. Kanal-kanal radio ganda dapat dialokasikan bagi seorang pengguna dan kanal yang sama dapat pula digunakan secara berbagi (’sharing’) di antara beberapa pengguna sehingga menjadi sangat efisien.
Dari segi biaya, pentarifan diharapkan hanya mengacu pada volume penggunaan. Penggunanya ditarik biaya dalam kaitannya dengan banyaknya byte yang dikirim atau diterima, tanpa memperdulikan panggilan, dengan demikian dimungkinkan GPRS akan menjadi lebih cenderung dipilih oleh pelanggan untuk mengaksesnya daripada layanan-layanan IP.
GPRS merupakan teknologi baru yang memungkinkan para operator jaringan komunikasi bergerak menawarkan layanan data dengan laju bit yang lebih tinggi dengan tarif rendah ,sehingga membuat layanan data menjadi menarik bagi pasar massal. Para operator jaringan komunikasi bergerak di luar negeri kini melihat GPRS sebagai kunci untuk mengembangkan pasar komunikasi bergerak menjadi pesaing baru di lahan yang pernah menjadi milik jaringan kabel, yakni layanan internet. Kondisi ini dimungkinkan karena ledakan penggunaan internet melalui jaringan kabel (telepon) dapat pula dilakukan melalui jaringan bergerak. Sebagai gambaran kecil, layanan bergerak yang kini menjadi sukses di pasar (bagi operator di manca negara) misalnya adalah, laporan cuaca, pemesanan makanan, berita olah raga sampai ke informasi seperti berita-berita penting harian.
Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld computer. Namun, dalam implementasinya, hal tersebut sangat tergantung faktor-faktor sebagai berikut:
- Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS
- Software yang dipergunakan
- Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan
Ini menjelaskan mengapa pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu akses GPRS terasa lambat, bahkan lebih lambat dari akses CSD yang memiliki kecepatan 9,6 kbps.
Komponen Utama
Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah :
- GGSN (Gateway GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan GPRS ke jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai interface ke PDN (Public Data Network), information routing, network screening, user screening, address mapping.
- SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk mengantarkan paket data ke MS, update pelanggan ke HLR, registrasi pelanggan baru.
- PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS
Cara Kerja GPRS
SGSN bertugas : 1. Mengirim paket ke Mobile Station (MS) dalam satu area 2. Mengirim sejumlah pertanyaan ke HLR untuk memperoleh profile data pelanggan GPRS (management mobility) 3. Mendeteksi MS-GPRS yang baru dalam suatu area servis yang menjadi tanggung jawabnya (location management) 4. SGSN dihubungkan ke BSS pada GSM dengan koneksi Frame Relay melalui PCU (Packet Control Unit) di dalam BSC
GGSN bertugas : 1. Sebagai interface ke jaringan IP external seperti : public internet atau mobile service provider 2. Meng-update informasi routing dari PDU ( Protokol Data Units ) ke SGSN.
GPRS menggunakan sistem komunikasi packet switch sebagai cara untuk mentransmisikan datanya. Packet switch adalah sebuah sistem di mana data yang akan ditransmisikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil (paket) lalu ditransmisikan dan diubah kembali menjadi data semula. Sistem ini dapat mentransmisikan ribuan bahkan jutaan paket per detik. Transmisi dilakukan melalui PLMN (Public Land Mobile Network) dengan menggunakan IP backbone. Karena memungkinkan untuk pemakaian kanal transmisi secara bersamaan oleh pengguna lain maka biaya akses GPRS, secara teori, lebih murah daripada biaya akses CSD.
GPRS didesain untuk menyediakan layanan transfer packet data pada jaringan GSM dengan kecepatan yang lebih baik dari GSM. Kecepatan yang lebih baik ini didapat dengan menggunakan coding scheme (CS) yang berbeda dari GSM.
GPRS di Indonesia
Perusahaan yang memelopori GPRS di Indonesia adalah:
1. TelkomVentus – PT. Telkom VENTUS adalah brand name untuk Push email yang merupakan layanan jasa nilai tambah dan konvergensi dari layanan surat-menyurat elektronis (email) dan mobile system (cellular/wireless) yang memungkinkan dilakukan relaying terhadap email yang selama ini diterima lewat desktop atau laptop ke smartphone atau PDA phone Dengan menggunakan layanan ini pemilik account email dapat menerima atau mengirimkan pesan elektronis, bukan lagi berupa pesan singkat lewat terminal handphone atau PDA yang dimilikinya. Produk push email adalah sebuah produk yang dapat dianalogikan sebagai ‘memboyong’ semua kemampuan penerimaan dan pengiriman email dari desktop atau notebook ke dalam smartphone atau PDA phone yang terhubung kepada network GPRS (Global Packet Radio Services) atau PDN (Packet Data Network)
2. BlackBerry – PT. Indosat Ditujukan untuk pelanggan Pascabayar Matrix secara korporat wilayah Jabotabek Indosat akan memasang instalasi Blackberry Enterprise Server (BES) pada server perusahaan. Setiap email yang masuk ke inbox email server perusahaan akan di-enkripsi, kemudian di-push ke ponsel melalui jaringan GPRS Indosat. Ponsel yang digunakan adalah ponsel khusus Blackberry seri 7730 yang bergerak dalam jaringan GSM triband 900/1800/1900 Mhz Layanan BlackBerry menyediakan akses nirkabel terintegrasi, baik untuk email, telepon, personal information management (PIM), dan aplikasi data perusahaan.
Cara Pemasangan GPRS
Untuk dapat menggunakan GPRS (khususnya pada handphone yang mendukung) diperlukan setting terlebih dahulu. Cara setting GPRS terdapat dari operatornya masing-masing. Untuk menggunakan GPRS di komputer, dapat menyambungkan handphone yang tersetting GPRS itu dengan komputer. Selanjutnya dibutuhkan PC Suite (adalah CD software yang terpaket pada saat membeli handphone mid-end ke atas).
Saat ini, perkembangan GPRS di Indonesia kalah bersaing dengan teknologi 3G yang memang pengembangan lebih lanjut dari GPRS.

5. Enhanced Data for Global Evolution (EDGE)

EDGE atau Enhanced Data for Global Evolution adalah teknologi evolusi dari GSM dan IS-136. Tujuan pengembangan teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efesiensi spektrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasistas.
Pengaplikasian EDGE pada jaringan GSM fase 2+ seperti GPRS dan HSCSD dilakukan dengan penambahan lapisan fisik baru pada sisi Radio Access Network (RAN). Jadi tidak ada berubahan di sisi jaringan inti seperti MSC, SGSN, ataupun GGSN.
Kapasitas EDGE Sebagai Teknologi Data Transfer Tingkat Advance
Pada GPRS menawarkan kecepatan data sebesar 115 kbps, dan secara teori dapat mencapai 160 kbps. Sedangkan pada EDGE kecepatan datanya sbesar 384 kbps, dan secara teori dapat mencapai 473,6 kbps. Secara umum kecepatan EDGE tiga kali lebih besar dari GPRS. Hal ini dimungkinkan karena pada EDGE digunakan teknik modulasi (EDGE menggunakan 8PSK,GPRS menggunakan GMSK) dan metode toleransi kesalahan yang berbeda dengan GPRS, dan juga mekanisme adaptasi pranala yang diperbaiki. EDGE juga menggunakan coding scheme yang berbeda dengan GPRS. Dalam EDGE dikenal 9 macam skema pengkodean, sedangkan di GPRS hanya ada 4 skema pengkodean.
Sekilas sejarah perkembangan teknologi EDGE
EDGE mengalami perkembangan dari beberapa generasi terdahulu. Perkembangan teknologi ini didahului oleh AMPS sebagai teknologi komunikasi seluler generasi pertama pada tahun 1978, hingga sekarang (tahun 2006), perkembangan nya sudah sampai pada teknologi generasi ke-4, walaupun masih dalam tahap penelitian dan uji coba. GSM sendiri sebagai salah satu teknologi komunikasi mobile generasi kedua, merupakan teknologi yang saat ini paling banyak digunakan di berbagai negara. Dalam perkembangannya, GSM yang mampu menyalurkan komunikasi suara dan data berkecepatan rendah (9.6 – 14.4 kbps), kemudian berkembang menjadi GPRS yang mampu menyalurkan suara dan juga data dengan kecepatan yang lebih baik,115 kbps.
Pada fase selanjutnya, meningkatnya kebutuhan akan sebuah system komunikasi mobile yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan untuk menjawab kebutuhan ini kemudian diperkenalkanlah EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan hingga 3 kali kecepatan GPRS, yaitu 384 kbps.
Pada pengembangan selanjutnya, diperkenalkanlah teknologi generasi ketiga, salah satunya UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service), yang mampu menyalurkan data dengan kecepatan hingga 2 Mbps. Dengan kecepatan hingga 2 Mbps, jaringan UMTS dapat melayani aplikasi-aplikasi multimedia (video streaming, akses internet ataupun video conference) melalui perangkat seluler dengan cukup baik. Perkembangan di dunia telekomunikasi seluler ini diyakini akan terus berkembang, hingga nantinya diperkenalkan teknologi-teknologi baru yang lebih baik dari yang ada saat ini. Akhir-akhir ini, para ilmuwan berusaha mengembangkan teknologi telekomunikasi seluler dengan jangkauan yang sangat lebar, tingkat mobilitas tinggi, layanan yang terintegrasi, dan berbasikan IP (mobile IP). Teknologi ini diperkenalkan dengan nama “Beyond 3G” atau 4G.
Kapasitas dan Kapabilitas EDGE Sebagai Teknologi Mobile Generasi Ketiga (3G)
Sebagaimana telah disinggung pada poin sebelumnya, EDGE memiliki Dalam transfer data, misalnya, teknologi EDGE bisa tiga kali lebih cepat dari teknologi GPRS. Artinya, bila pelanggan selular ingin mendownload pesan MMS dengan teknologi GPRS memerlukan waktu puluhan detik, tapi dengan teknologi EDGE, hanya perlu waktu beberapa detik saja.
Kelebihan lain, bila teknologi GPRS memiliki kemampuan transfer data hingga 114 Kbps, teknologi EDGE mampu mendukung data, layanan multimedia hingga 384 Kbps. EDGE merupakan sebutan baru buat GSM 384. Teknologi ini disebut GSM 384, karena memiliki kemampuan transmisi data hingga 384 Kbps.
Menurut GSM World Association, EDGE bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 473,8 kilobit/detik. Dengan EDGE, operator seluler dapat memberikan layanan komunikasi data dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan GPRS, di mana GPRS hanya mampu melakukan pengiriman data dengan kecepatan sekitar 25 Kbps. Begitu juga bila dibandingkan platform lain, kemampuan EDGE mencapai 3-4 kali kecepatan akses jalur kabel telepon (biasanya sekitar 30-40 kbps) dan hampir 2 kali lipat kecepatan CDMA 2000 1x yang hanya sekitar 70-80 kbps. Tentang layanan yang diberikan teknologi ini, yakni berbagai aplikasi layanan generasi ketiga yakni ausio streaming kualitas tinggi, video streaming, permainan on line, high speed download.
Pengimplementasian EDGE
Seperti namanya, EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution), adalah teknologi yang dikembangkan dengan teknologi dasar GSM dan GPRS. Sebuah sistem EDGE dikembangkan dengan tetap menggunakan perangkat yang terdapat pada jaringan GSM/GPRS. Jadi EDGE tidak bisa sendiri. Sebuah sistem GPRS terdiri dari SGSN (Serving GPRS Support Node) dan GGSN (Gateway GPRS Support Node), yang merupakan jaringan corenya, yang ditambahkan pada sebuah jaringan GSM sebelumnya. Sedangkan pada sisi radionya, jaringan GPRS membutuhkan penambahan PCU pada perangkat radio jaringan GSM sebelumnya. Gambar di bawah ini menunjukan diagram jaringan GPRS secara umum.
Pengimplementasian EDGE pada jaringan existing GPRS hanya memerlukan penambahan pada sisi radio aksesnya saja. Sedangkan pada sisi jaringan intinya, EDGE menggunakan perangkat dan protokol yang sama dengan yang digunakan pada jaringan GPRS sebelumnya. Perbedaan jaringan GPRS dan EDGE hanya terdapat pada sisi radio akssnya saja, sedangkan pada sisi jaringan intinya, EDGE dan GPRS menggunakan piranti dan protokol yang sama. Sebuah jaringan GPRS dapat diupgrade menjadi sebuah jaringan dengan sistem EDGE hanya dengan menambahkan sebuah EDGE Transceivier Unit (TRU) pada sisi radio aksesnya.
Proses Kecepatan EDGE
EDGE adalah sebuah cara untuk meningkatkan kecepatan data pada pranala radio GSM. Dengan menggunakan teknik modulasi dan skema pengkodean yang berbeda dengan sistem GPRS sebelumnya, serta dengan melakukan pengaturan pada pranala protokol radionya, EDGE menawarkan kapasitas yang secara signifikan jauh lebih besar dari yang dimiliki oleh system GPRS. Jadi secara umum ada tiga aspek teknik baru pada EDGE jika kita bandingkan dengan GPRS, yaitu
- Teknik Modulasi
- Teknik Coding
- Radio Access Network (RAN)
Modulasi Pada EDGE
Untuk mendapatkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dari GPRS yang menggunakan modulasi GMSK (Gausian Minimum Shift Keying), EDGE menggunakan teknik modulasi yang berbeda dengan GPRS yaitu 8PSK (8-Phase Shif Keying). Gambar dibawah ini menunjukan visualisasi dari modulasi GMSK pada GPRS dan 8PSSK pada EDGE yang digambarkan pasa sebuah diagram I/Q, dimana I adalah sumbu real dan Q adalah sumbu imajiner.
Dengan menggunakan modulasi 8PSK, sebuah symbol dikodekan dengan menggunakan 3 bit, sedangkan pada GMSK sebuah symbol dikodekan dengan 1 bit. Karena GMSK dan 8PSK mempunyai simbol tingkat yang sama, yaitu sebesar 270 ksimbol/s, maka secara keseluruhan tingkat modulasi pada 8PSK akan menjadi 3 kali lebih besar daripada GMSK, yaitu sebesar 810 kb/s.
Berdasarkan penjelasandi atas, jarak antar simbol pada 8PSK adalah lebih pendek daripada jarak antar simbol pada GMSK, karena dalam 8PSK ad 8 simbol sedengkan pada GMSK hanya ada 2 simbol. Makin pendek jarak antar simbol mengakibatkan besar tingkat sinyal antar satu simbol dengan simbol lainnya lebih sulit untuk dibedakan. Sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan lebih besar.
Pada kondisi sinyal radio yang cukup baik, perbedaan jarak antar simbol ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas data yang dikirim. Pada saat kondisi sinyal radio yang buruk, maka diperlukan penambahan ekstra bit yang akan digunakan sebagai sebagai koreksi kesalahan, sehingga data yang salah diterima dapat diperbaiki. Sehingga kualitas data pada EDGE tidak kalah dengan kualitas data pada GPRS yang menggunakan MPSK. Lagi pula, dalam EDGE juga digunakan modulasi MPSK yang digunakan pada CS1 sampai dengan CS4 – nya, dan juga dalam EDGE ada proses “penyesuaian paket” yang dapat merubah jenis CS yang digunakan bila terjadi kesalahan pada data yang dikirim.
Teknik Pengkodean Pada EDGE
Pada EDGE dikenal 9 macam teknik pengkodean, yaitu MCS (Modulation Coding Scheme ) 1 sampai dengan MCS9. Sedangkan pada GPRS hanya digunakan 4 buah teknik pengkodean, yaitu CS (coding Scheme) 1 sampai dengan SC4. Empat teknik pengkodean pertama pada EDGE, MCS1 sampai dengan MCS4, menggunakan modulasi GMSK, sama seperti yang digunakan pada GPRS. Sedangkan 5 teknik pengkodean lainnya, MCS5 sampai dengan MCS9, menggunakan modulasi 8PSK.
Baik pada GPRS ataupun EDGE, tingkatan skema pengkodean yang lebih tinggi menawarkan kecepatan data yang lebih tinggi pula tapi di samping itu, makin tingggi tingkatan skema pengkodeannya, maka ketahanannya terhadap kesalahan makin rendah. Artinya, makin tinggi kecepatan paket data, maka makin mudah paket data itu mengalami kesalahan dalam pengirimannya. Hal ini karena, makin tinggi tingkatan skema pengkodeannya, maka tingkatan mekanisme “koreksi kesalahan” yang digunakan makin rendah.
Walaupun MCS1 sampai dengan MCS4 pada EGDE sama-sama menggunakan modulasi GMSK seperti CS1 sampai dengan CS4 pada GPRS, tetapi keduanya memiliki kecepatan yang berbeda. Hal ini karena adanya penggunaan header yang berbeda. Pada EDGE, paket datanya mengandung header yang memungkinkan dilakukannya resegmentasi paket data. Artinya, apabila suatu paket data dikirimkan dengan menggunakan tingkat skema pengkodean yang tinggi (kecepatan lebih tinggi, koreksi kesalahan kurang) dan data tidak diterima dengan baik pada sisi penerima.
Setelah dilakukan permintaan pengiriman ulang (retransmisi) paket data yang salah terima itu, pada pengiriman selanjutnya, skema pengkodean yang digunakan dapat diganti dan disesuaikan dengan kondisi antarmuka radio. Artinya, pada pengiriman selanjutnya, packet data akan dikirimkan dengan menggunakan skema pengkodean yang lebih rendah, yang memiliki mekanisme koreksi kesalahan yang lebih baik. Sehingga diharapkan pada pengiriman kedua ini data dapat diterima dengan baik di sisi penerima.
Berbeda dengan GPRS, resegmentasi paket data ini tidak dapat dilakukan. Sehingga apabila suatu paket data telah dikirim dengan menggunakan suatu skema pengkodean tertentu. Maka walaupun data diterima salah di sisi penerima, pada saat pengiriman berikutnya,data tetap akan dikirim dengan menggunakan skema pengkodean yang sama. Sehingga kemungkinan paket data itu salah diterima di sisi penerima masih sama besar dengan sewaktu pengiriman pertama. Dengan demikian dapat dicapai keseimbangan antara kecepatan transfer dan kualitas data yang ditransfer.
Perkembangan Teknologi EDGE Di Indonesia Dan Perkembangannya pada Masa Depan
Di Indonesia, teknologi EDGE sudah berkembang selama beberapa tahun sejak tahun terakhir EDGE. Perkembangan teknologi GSM di Indonesia bergulir secara pesat dimulai dengan penggelaran secara serempak dual band (GSM 900 dan 1800) dan dilanjutkan penggelaran GPRS secara serempak, telah berhasil menghantar industri memasuki fase 2,5 secara tidak terasa. Belum lama teknologi 2,5G bergulir, lahirlah teknologi 3G yang membawa revolusi dalam teknologi seluler Indonesia. Beberapa provider di Indonesia, seperti Indosat, Telkomsel, dan Excelcomindo berlomba- lomba menciptakan inovasi baru dengan mengusung teknologi 3G. Banyak masyarakat indonesia terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar deperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya yang menggunakan berbagai layanan 3G yang tersedia seperti panggilan video, download content, akses internet kecepatan tinggi, dll.
Setelah kurang lebih 2 tahun diperkenalkan 3G di Indonesia sekarang sudah muncul evolusi dari 3G yang dikenal dengan nama HSDPA atau 3,5G. HSDPA atau High Speed Downlink Packet Access merupakan teknologi yang berjalan pada platform 3G pada channel baru yang disebut High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Dengan HDSPA, kecepatan downlink secara teori dapat mencapai 3,6 Mbps bandingkan dengan 3G yang hanya mencapai 384 Kbps. Karena masih berjalan pada platform 3G namun dengan kecepatan melampaui kecepatan 3G standar maka teknologi ini disebut juga sebagai 3,5G. Sebenernya perkembangan teknologi HSDPA pada 3G hampir mirip dengan perkembangan teknologi EDGE atau Enhanced GPRS (EGPRS) pada GPRS. Perlu diketahui, EDGE memiliki kecepatan downlink mencapai 236 Kbps, cukup cepat jika dibandingkan dengan GPRS standar yang memiliki kecepatan sekitar 50 Kbps. Karena hal tersebut pula teknologi EDGE atau EGPRS juga dikenal dengan nama teknologi 2,75G.

VPN ( Virtual Private Network )

Pengertian VPN

VPN merupakan suatu jaringan komunikasi lokal yang terhubung melalui media jaringan publik. Infrastruktur publik yang paling banyak digunakan adalah internet. Untuk memperoleh komunikasi yang aman (private) melalui internet, diperlukan protokol khusus untuk mengatur pengamanan datanya.
Perusahaan / organisasi yang ingin membuat wide area network (WAN) dapat menggunakan VPN sebagai alternatif dalam implementasinya. Penggunaan leased line sebagai implementasi WAN membutuhkan investasi yang sangat besar. Dibutuhkan pengeluaran ribuan dolar (USD) setiap bulannya untuk memperoleh hak istimewa menggunakan kabel yang tak dapat digunakan oleh perusahaan / organisasi / orang lain.


Keuntungan menggunakan VPN

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan VPN untuk implementasi WAN. Pertama, jangkauan jaringan lokal yang dimiliki suatu perusahaan akan menjadi luas, sehingga perusahaan dapat mengembangkan bisnisnya di daerah lain. Waktu yang dibutuhkan untuk menghubungkan jaringan lokal ke tempat lain juga semakin cepat,
karena proses instalasi infrastruktur jaringan dilakukan dari perusahaan / kantor cabang yang baru dengan ISP terdekat di daerahnya. Sedangkan penggunaan leased line sebagai WAN akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun jalur koneksi khusus dari kantor cabang yang baru dengan perusahaan induknya. Dengan demikian penggunaan VPN secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.

Kedua, penggunaaan VPN dapat mereduksi biaya operasional bila dibandingkan dengan penggunaan leased line sebagai cara tradisional untuk mengimplementasikan WAN. VPN dapat mengurangi biaya pembuatan jaringan karena tidak membutuhkan kabel (leased line) yang panjang. Penggunaan kabel yang panjang akan membutuhkan biaya produksi yang sangat besar.
Semakin jauh jarak yang diinginkan, semakin meningkat pula biaya produksinya. VPN menggunakan internet sebagai media komunikasinya. Perusahaan hanya membutuhkan kabel dalam jumlah yang relatif kecil untuk menghubungkan perusahaan tersebut dengan pihak ISP (internet service provider) terdekat.
Media internet telah tersebar ke seluruh dunia, karena internet digunakan sebagai media komunikasi publik yang bersifat terbuka. Artinya setiap paket informasi yang dikirimkan melalui internet, dapat diakses dan diawasi bahkan dimanipulasi, oleh setiap orang yang terhubung ke internet pada setiap saat. Setiap orang berhak menggunakan internet dengan syarat dia memiliki akses ke internet.
Untuk memperoleh akses ke internet, orang tersebut dapat dengan mudah pergi ke warnet (warung internet) yang sudah banyak tersebar di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperoleh komunikasi yang aman, perlu protokol tambahan yang khusus dirancang untuk mengamankan data yang dikirim melalui internet, sehingga data tersebut hanya dapat diakses oleh pihak tertentu saja.
Penggunaan VPN juga dapat mengurangi biaya telepon untuk akses jarak jauh, karena hanya dibutuhkan biaya telepon untuk panggilan ke titik akses yang ada di ISP terdekat. Pada beberapa kasus hal ini membutuhkan biaya telepon SLJJ (sambungan langsung jarak jauh), namun sebagian besar kasus cukup dengan biaya telepon lokal. Berbeda dengan penggunaan leased line, semakin jauh jarak antar terminal, akan semakin mahal biaya telepon yang digunakan.
Biaya operasional perusahaan juga akan berkurang bila menggunakan VPN. Hal ini disebabkan karena pelayanan akses dial-up dilakukan oleh ISP, bukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Secara teori biaya operasional ISP yang dibebankan kepada perusahaan bisa jauh lebih kecil daripada biaya operasional akses dial-up tersebut ditanggung perusahaan itu sendiri karena biaya operasional ISP itu ditanggung bersama-sama oleh ribuan pelanggan ISP tersebut.

Ketiga, penggunaan VPN akan meningkatkan skalabilitas. Perusahaan yang tumbuh pesat akan membutuhkan kantor cabang baru di beberapa tempat yang terhubung dengan jaringan lokal kantor pusat. Bila menggunakan leased line, penambahan satu kantor cabang membutuhkan satu jalur untuk membangun WAN. Penambahan satu kantor cabang baru lagi (dua kantor cabang) akan membutuhkan dua tambahan jalur, masing-masing ke kantor pusat dan ke kantor cabang terdahulu. Jika mereka memiliki kantor cabang yang ke-3, dibutuhkan enam jalur untuk menghubungkan semua kantor. Jika ada empat kantor cabang, maka dibutuhkan 10 jalur
Berbeda dengan penggunaan leased line, penambahan satu kantor cabang hanya membutuhkan satu jalur, yaitu jalur yang menhubungkan kantor cabang yang baru dengan ISP terdekat. Selanjutnya jalur dari ISP akan terhubung ke internet yang merupakan jaringan global. Dengan demikian penggunaan VPN untuk implementasi WAN akan menyederhanakan topologi jaringannya.

Keempat, VPN memberi kemudahan untuk diakses dari mana saja, karena VPN terhubung ke internet. Sehingga pegawai yang mobile dapat mengakses jaringan khusus perusahaan di manapun dia berada. Selama dia bisa mendapatkan akses ke internet ke ISP terdekat, pegawai tersebut tetap dapat melakukan koneksi dengan jaringan khusus perusahaan. Hal ini tidak dapat dilakukan jika menggunakan leased line yang hanya dapat diakses pada terminal tertentu saja.

Kelima, investasi pada VPN akan memberikan peluang kembalinya investasi tersebut (ROI = return on investment) yang lebih cepat daripada investasi pada leased line. Berdasarkan artikel “Delivering Profitable Virtual Private LAN Services - Business Case White Paper” bulan November 2003, telah dilakukan studi kasus pada kota berukuran medium di Amerika Utara. Artikel tersebut menunjukkan bahwa dengan beberapa asumsi parameter yang disimpulkan pada tabel 1, VPN dapat mengembalikan nilai investasi dalam 2.1 tahun. Bahkan dengan peningkatan penetrasi pasar dan perubahan kecenderungan pelanggan untuk menyewa bandwidth yang besar akan mempercepat jangka waktu ROI, yaitu dalam 1 tahun.


Kerugian menggunakan VPN

VPN juga memiliki kelemahan yaitu pertama, VPN membutuhkan perhatian yang serius pada keamanan jaringan publik (internet). Oleh karena itu diperlukan tindakan yang tepat untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyadapan, hacking dan tindakan cyber crime pada jaringan VPN.

Kedua, ketersediaan dan performansi jaringan khusus perusahaan melalui media internet sangat tergantung pada faktor-faktor yang berada di luar kendali pihak perusahaan. Kecepatan dan keandalan transmisi data melalui internet yang digunakan sebagai media komunikasi jaringan VPN tidak dapat diatur oleh pihak pengguna jaringan VPN, karena traffic yang terjadi di internet melibatkan semua pihak pengguna internet di seluruh dunia.

Ketiga, perangkat pembangun teknologi jaringan VPN dari beberapa vendor yang berbeda ada kemungkinan tidak dapat digunakan secara bersama-sama karena standar yang ada untuk teknologi VPN belum memadai. Oleh karena itu fleksibilitas dalam memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan dan keuangan perusahaan sangat kurang.

Keempat, VPN harus mampu menampung protokol lain selain IP dan teknologi jaringan internal yang sudah ada. Akan teteapi IP masih dapat digunakan VPN melalui pengembangan IPSec (IP Security Protocol).

Jenis implementasi VPN

1. Remote Access VPN

Pada umumnya implementasi VPN terdiri dari 2 macam. Pertama adalah remote access VPN, dan yang kedua adalah site-to-site VPN. Remote access yang biasa juga disebut virtual private dial-up network (VPDN), menghubungkan antara pengguna yang mobile dengan local area network (LAN).
Jenis VPN ini digunakan oleh pegawai perusahaan yang ingin terhubung ke jaringan khusus perusahaannya dari berbagai lokasi yang jauh (remote) dari perusahaannya. Biasanya perusahaan yang ingin membuat jaringan VPN tipe ini akan bekerjasama dengan enterprise service provider (ESP). ESP akan memberikan suatu network access server (NAS) bagi perusahaan tersebut. ESP juga akan menyediakan software klien untuk komputer-komputer yang digunakan pegawai perusahaan tersebut.
Untuk mengakses jaringan lokal perusahaan, pegawai tersebut harus terhubung ke NAS dengan men-dial nomor telepon yang sudah ditentukan. Kemudian dengan menggunakan sotware klien, pegawai tersebut dapat terhubung ke jaringan lokal perusahaan.
Perusahaan yang memiliki pegawai yang ada di lapangan dalam jumlah besar dapat menggunakan remote access VPN untuk membangun WAN. VPN tipe ini akan memberikan keamanan, dengan mengenkripsi koneksi antara jaringan lokal perusahaan dengan pegawainya yang ada di lapangan. Pihak ketiga yang melakukan enkripsi ini adalah ISP.


2. Site-to-site VPN

Jenis implementasi VPN yang kedua adalah site-to-site VPN. Implementasi jenis ini menghubungkan antara 2 kantor atau lebih yang letaknya berjauhan, baik kantor yang dimiliki perusahaan itu sendiri maupun kantor perusahaan mitra kerjanya. VPN yang digunakan untuk menghubungkansuatu perusahaan dengan perusahaan lain (misalnya mitra kerja, supplier atau pelanggan) disebut ekstranet. Sedangkan bila VPN digunakan untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang, implementasi ini termasuk jenis intranet site-to-site VPN.
Metode pengamanan jaringan VPN
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, teknologi jaringan VPN menggunakan internet sebagai media transmisi data ke tempat yang dituju. Oleh karena itu pengamanan transmisi data melalui internet menjadi hal yang sangat substansial untuk diperhatikan agar diperoleh komunikasi yang aman.

PSTN (Public Switched Telephone Network).

Siapa yang tidak mengenal Alexander Graham Bell dengan penemuannya yang sangat berguna bagi manusia dalam berkomunikasi. Telepon merupakan alat komunikasi yang ditemukan pertama kali oleh Bell dan dipatenkan pada tahun 1800an. Telepon merupakan alat komunikasi yang dapat menghubungkan dua orang yang berada dalam tempat berbeda dan jauh. Bell merupakan laki-laki yang lahir di Edinburgh, Skotlandia pada tahun 1847. Penemuannya yang berupa telepon menjadi dasar perkembangan bagi teknologi komunikasi berikutnya. Telepon pertama yang diciptakan oleh Bell, tentu saja memiki banyak kekurangan, hal ini disebabkan karena telepon adalah teknologi pioneer yang kemudian mengalami perkembangan-perkembangan sebagai perbaikan maupun tambahan dari fungsi awalnya.


Perkembangan telepon yang pertama dimulai dengan PSTN (Public Switched Telephone Network). PSTN merupakan suatu sistem jaringan yang menggunakan kabel dalam operasinya. Contoh penggunaan PSTN adalah pada telepon rumah. Jika kita menggunakan telepon rumah, kabel yang digunakan sebagai medianya berisi lilitan kabel-kabel tembaga kecil. Mengapa menggunakan kabel tembaga? Kabel tembaga dipilih sebagai penghantar karena memiliki strukutur yang kuat, tidak mudah berkarat, serta dapat menghantar sinyal dengan baik. Dalam menjalankan struktur sistemnya, PSTN memiliki lima jaringan, yaitu telepon, network access, central offices ( Cos ), trunks dan special circuits, serta Costumer Premise Equipment (CPE).


Jaringan pertama yang berperan penting dalam menjalankan PSTN adalah telepon. Telepon merupakan media agar PSTN dapat beroperasi, sebaik apapun system PSTN dibuat, tanpa adanya telepon, PSTN tidak dapat berjalan. Sesuai perkembangan zaman, telepon juga mengalami perkembangan baik dalam bentuk, system operasi, maupun fitur yang ada. Jaman dahulu, telepon menggunakan kaleng yang dihubungkan dengan benang. Dua orang dengan jarak tertentu saling berbicara di kaleng, kemudian suara mereka dihantarkan oleh benang yang menyambungkan dua kaleng tersebut. Pada perkembangan selanjutnya telepon sudah disambungkan dengan kabel dan desain dengan berbagai model. Bentuk pertama telepon kabel adalah tombol putar, pengguna memutar tombol angka kemudian dapat tersambung dengan pengguna yang ingin dituju. Kemudian, berkembang menjadi bentuk tombol tekan, penggunaannya sama dengan telepon tombol putar, bedanya pada desain ini pengguna menekan nomor telepon yang dituju. Pada penemuan selanjutnya, pengguna telepon kabel tombol tekan dapat membuat speed dialing atau panggilan cepat. Panggilan cepat maksudnya adalah, pengguna memencet satu angka, kemudian angka itu dapat langsung menghubungkan dengan nomor tertentu yang sebelumnya sudah disimpan.


Jaringan kedua dalam PSTN adalah network access, network acces merupakan jaringan layanan yang menghubungkan komunikasi antara pengirim dan penerima pesan. Network accessmenyediakan berbagai layanan yang mampu menyediakan jasa untuk menghubungkan pengguna telekomunikasi. Contoh paling mudah dari network acces ini adalah adanya berbagai provider telepon seluler. Provider telepon seluler ini memberi banyak layanan yang dapat memudahkan proses komunikasi. Dengan adanya network access, masyarakat menjadi semakin mudah dalam berkomunikasi. Perbedaan jarak dan waktu bukan masalah yang menghalangi berkat adanya network access ini. Layanan-layanan yang diberikan tidak hanya kemudahan dalam telepon, namun juga adanya layanan-layanan lain seperti sms, pesan suara, maupun kode-kode penghubung untuk menelepon orang yang dituju di wilayah area yang berbeda.


Komponen ketiga adalah Central Offices, jika network acces merupakan layanan yang menghubungkan antara pengirim dan penerima pesan secara langsung, maka central offices adalah layanan yang menghubungkan end user dengan switched network. Maksudnya adalah, central office ini menjadi perantara saat pengguna tidak dapat berhubungan langsung dengan orang yang dituju. Contoh dari Central Office ini adalah mesin penjawab telefon. Ketika kita ingin menelfon orang, tetapi orang tersebut tidak berada ditempat maka telefon kita akan diahlikan ke mesin dan kita dibuat untuk meninggalkan pesan. Contoh lain dari CO ini adalah mesin penjawab pada perusahaan-perusahaan besar, biasanya ketika kita menelepon ke perusahaan, yang pertama kali menjawab adalah operator. Kita diminta untuk menekan nomor ekstensi atau menekan tombol tertentu untuk bicara dengan operator. Sambungan langsung yang kita peroleh saat menekan nomor ekstensi maupun angka nol dinamakan Direct Inward Dial Trunks (DID Trunks). DID Trunks adalah layanan yang ditujukan untuk dapat menyambungkan penelepon langsung dengan individu atau departemen yang dituju.


CPE atau Computer Premise Equipment merupakan hasil protes dari monopoli perusahaan telepon Bell pada tahun 1968 setelah munculnya Carterfone Act. CPE juga merupakan cikal bakal terbentuknya perusahaan-perusahaan telekomunikasi swasta yang dapat memberikan pelayanan sesuai dengan yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu.


Telepon merupakan alat komunikasi yang perkembangannya tidak akan pernah terhenti. Penemuan-penemuan selalu dibuat untuk melengkapi bahkan menambahkan fasilitas maupun fitur yang sudah ada. Telepon adalah teknologi komunikasi yang tidaka akan lepas dari kehidupan manusia. Bagaimanapun juga penemuan teknologi terbaru dan canggih ada, namun tetap penggunaan telepon sebagai dasar teknologi komunikasi tidak akan tergantikan. Bell memang penemu telepon, namun hal ini tidak menutup kemungkinan kita dapat melanjutkan inovasi yang telah dibuatnya dengan hal baru yang lebih canggih dan mutakhir. Teknologi adalah hal yang tidak akan mati dan terhenti, sekarang pilihan bagi kita untuk menjadi bagian dari arus teknologi atau bagian yang membuat dan mengendalikan arus tersebut.

ISDN ( Integrated Services Digital Network )

Jaringan ISDN

Jaringan ISDN – Salah Satu Layanan Koneksi WAN Temporary Untuk Jaringan Global Anda

Jaringan ISDN – Integrated Services Digital Network memberikan layanan Switched (dialed) WAN digital yang besaran bandwidth nya bisa dimulai dari 64 Kbps dan kelipatannya. Layanan ISDN ini tersebar dimana-2 diseluruh dunia, walaupun ada beberapa bagian daerah yang tidak terjangkau layanan ini. Alasan yang paling bisa diterima dalam pemakaian layanan ISDN (atau system dial lainnya) adalah kebutuhan kita mengirim / menerima data hanya pada rentang waktu tertentu saja, tidak full connection. Dalam pemakaian router sering kali layanan ISDN ini sebagai backup link jika link utama WAN anda putus atau ada masalah. Jaringan ISDN menggunakan technology T-Carrier untuk mengirim data digital dengan cepat dan efficient dimana bisa dilewatkan pada medium jalur telpon anda.

Channel Jaringan ISDN

Jaringan ISDN meliputi dua jenis interfaces: Basic Rate Interface (BRI) dan Primary Rate Interface (PRI). Kedua jenis interface ini memberikan banyak channel-2 Bearer digital (B Channel) dimana anda bisa menggunakannya untuk membuat koneksi WAN temporary agar anda bisa mengirim data.Karena kedua jenis jaringan ISDN BRI maupun PRI ini mempunyai banyak channel B, sebuah jalur BRI maupun PRI dapat memiliki circuit dial digital yang bisa dipakai untuk koneksi secara bersamaan ke beberapa site sekaligus, ataupun banyak circuit yang terhubung ke koneksi remote router yang sama untuk meningkatkan ketersediaan bandwidth kepada site tersebut.

Channel B digunakan untuk mentransport data. Channel B beroperasi pada kecepatan 64 Kbps. Sementara untuk memberikan data sinyal panggilan ISDN menggunakan channel D. Jadi untuk proses pengendalian channel D yang dipakai, sementara untuk keperluan data transfer channel B yang dipakai. Saat sebuah router membuat sebuah panggilan Channel B ke piranti lainnya menggunakan baik BRI atau PRI, dia akan mengirim nomor telpon yang akan dihubungi kedalam pesan melalui channel D. Kemudian central telephone menerima pesan tersebut dan kemudian men-setup circuit. Untuk membuat sinyal panggilan baru ke jaringan ISDN layaknya kita mengangkat telpon dan menekan tombol nomor yang akan kita hubungi untuk bicara.

Perbadaan jenis ISDN adalah pada sejumlah B channel yang dipakai. Sebagai contoh untuk ISDN BRI merujuk pada 2B+D, BRI menggunakan 2 channel B dan satu channel D sebagai pengendali. Sementara untuk ISDN PRI yang berdasarkan frame T1 merujuk pada 23B+D, dan ISDN PRI yang berdasarkan pada E1 dirujuk kepada 30B+D.

Dial-On-Demand Routing (DDR)

Dengan Dial-on-Demand Router, sebuah router dengan temporary dial-up link dapat mensimulasikan seakan-akan seperti koneksi WAN permanen dimana router hanya akan mengirim data kalau ada data yang harus dikirim, jika sudah tidak ada data yang dikirim dan atau jalur tidak lagi aktif selama perioda tertentu yang kita tentukan, maka router tersebut menutup link koneksi.

Dial-on-demand routing mengurangi waktu pemakaian line, sehingga mengurangi biaya pemakaian. Jadi koneksi WAN dengan metoda dial-up ini membutuhkan biaya lebih sedikit dibanding biaya koneksi WAN yang selalu “On”. Dial-on-Demand Routing ini cocok dipakai untuk koneksi WAN yang hanya periodic saja dibanding pemakaian koneksi WAN yang konstan.

Spesifikasi jaringan ISDN diatur oleh ITU-T (International Telecommunications Unions Standardization Sector).

Bagaimana hubungan antara jaringan ISDN dan model OSI?
Hubungan ISDN dan Model referensi OSI

Hubungan ISDN dan Model referensi OSI

Jaringan ISDN terdiri dari layer Physical, Data Link, dan juga Network layer pada model referensi OSI. Jaringan ISDN menggunakan PPP dan LAPD untuk metoda encapsulation pada layer Data Link. Di layer inilah terbentuknya link, administrasi, dan pengendali error.

Standard protocol jarigan ISDN

Standard jaringan ISDN dikelompokkan berdasarkan fungsi. Pengelompokan protocol dan descripsi mengikuti standard huruf.

1. E: standard untuk jaringan ISDN pada jaringan telpon yang ada, seperti addressing internasional.

2. I: standard untuk konsep jaringan ISDN, terminology, dan services, seperti layanan jaringan.

3. Q: standard untuk switching dan signaling, seperti setup call, flow control, dan koreksi error.

Jaringan ISDN relative merupakan solusi WAN yang murah jika dibandingkan opsi WAN lainnya. Diagram berikut ini menggambarkan koneksi jaringan ISDN.
Koneksi Jaringan ISDN

Koneksi Jaringan ISDN

Jika anda harus memutuskan memakai jaringan ISDN ini untuk company anda, rekomendasi berikut perlu dipertimbangkan:

1. Jaringan ISDN menawarkan koneksi yang cocok untuk bandwidth sampai 128 Kbps menggunakan BRI dan jika dibutuhkan sampai 2.048 Mbps menggunakan PRI.

2. Untuk konfigurasi router baru menggunakan jaringan ISDN:

a. Terminal Adapter (TA) tidak boleh digunakan.

b. Router dengan port native ISDN BRI atau PRI harus di gunakan.

c. Encapsulation PPP harus digunakan pada dial-uplink temporary yang memerlukan authenticasi. Koneksi SLIP harus dihindari.

d. PPP PAP atau CHAP harus digunakan untuk alasan keamanan koneksi dial ISDN PPP.

3. Untuk konfigurasi router baru menggunakan jaringan ISDN dengan PPP, CHAP haruslah digunakan untuk meningkatkan keamanan.

Koneksi jaringan WAN menggunakan jaringan ISDN ini sangat bermanfa’at sebagai backup link WAN jikalau link utama seperti jaringan frame relay kita tidak tersedia.

USER NETWORK INTERFACE ISDN

• TE1 :
Terminal dg kemampuan protokol yang relevan dengan
interface pada titik referensi S & T dan dapat
dihubungkan langsung ke sistem passive bus NT.
Contoh : Telepon ISDN, Video phone, Fax digital (G4)
• TE2 :
Terminal yg tidak dilengkapi dengan protokol ISDN dan
hanya dapat dihubungkan ke NT dengan bantuan
terminal adapter.
Contoh: Telepon analog
Fax analog (G3)

VSAT

VSAT = Very Small Aperture Terminal

VSAT kependekan dari Very Small Aperture Terminal, sebuah terminal yang digunakan dalam komunikasi data satelit, suara dan sinyal video, tidak termasuk broadcast televisi. VSAT terdiri dari dua bagian, sebuah transceiver yang ditempatkan di luar (out doors) yang dapat langsung terjangkau oleh satelit dan sebuah alat yang di tempatkan di dalam ruangan yang menghubungkan transceiver dengan alat komunikasi para pengguna, PC misalnya. Transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di langit. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari sebuah ground station komputer yang berfungsi sebagai hub untuk sistem tersebut. Masing-masing komputer pengguna terhubungkan oleh hub ke satelit, membentuk sebuah topologi bintang (star topology). Hub tersebut mengatur keseluruhan operasional network. Agar sebuah komputer pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lainnya, transmisinya harus terhubung dengan hub yang kemudian mentransmisikan kembali ke satelit, setelah itu baru dikomunikasikan dengan komputer pengguna VSAT yang lain.

Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, katakanlah di atas Monas, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT. Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte.

Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap subframe adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya. satelit komunikasi. Kinerja yang utama dari pada sistem satelit untuk aplikasi ini adalah Receive G/T, EIRP dan Linieritas Penguat Daya. Besarnya nilai G/T dan EIRP akan sangat menentukan sekali besarnya ukuran terminal VSAT, yang pada akhirnya menentukan nilai ekonomisnya. Namun penambahan EIRP dan G/T akan menyebabkan harga satelit menjadi naik. Oleh karena itu penentuan karakteristik payload transponder merupakan salah satu kunci sukses agar sistem multimedia dapat berjalan dengan baik.

Pada bagian selanjutnya kita akan membahas tentang kerakteristik dari pada payload transponder satelit yang merupakan inti dari pembahasan ini.Sistem satelit yang banyak dipakai pada saat ini adalah satelit yang non regenerative yaitu hanya melakukan fungsi merelay tanpa ada pemrosesan sinyal baik itu modulasi dan demodulasi. Penggunaan sistem satelit regenaratif akan menyebabkan harga dari satelit ituakan naik dikarenakan teknologi yang dipergunakan untuk aplikasi di ruang angkasa belum banyak dipakai untuk mencapai nilai ekonomisnya.


Di Amerika pada awal 80-an muncul teknologi komunikasi satelit dengan antena kecil, yang mampu menghubungkan point to multipoint atau sebaliknya multipoint to point. Teknologi itu terkenal dengan sebutan VSAT (Very Small Aperture Terminal). VSAT masuk pertama ke Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculnya bank-bank swasta yang sangat membutuhkan system komunikasi online seperti ATM (Automated Teller Machine). Pemanfaatan VSAT di Indonesia termasuk yang pertama di Asia Tenggara, yang dipelopori olehperusahaan swasta nasional PT Citra Sari Makmur (CSM) dengan lisensi PT TELKOM. CSM mulai beroperasi awal 1990 dengan memanfaatkan satelit PALAPA. Saat ini selain CSM ada 3 operator VSAT swasta yaitu Lintasarta, Elektrindo Nusantara dan Rintis Sejahtera (Primacom). Pangsa pasar terbesar masih dikuasai CSM. Di luar itu masih ada 2 operator yang hanya melayani kalangan sendiri, Dwi Mitra (kelompok Garuda Indonesia) dan BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika).


Keuntungan dengan VSAT


1. Koneksi dimana saja. Tidak perlu LOS dan tidak ada masalah dengan jarak,

2. Jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global.

3. Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding teresterial.

4. Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting

5. kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth lebar. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit,

6. Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar

7. jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP router dengan keandalannya mendekati 100%

8. Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.

9. harga relatif mahal karena menyewa dengan sebuah provider

Kerugian VSAT

1. untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
2. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
3. Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Saat ini band frekuensi yang banyak dipakai untuk aplikasi broadcasting adalah S-band, C-Band dan Ku-Band. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan.
4. Rawan sambaran petir gledek
5. Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend/ teleport maupun ground-segment biasa.
6. Debu Meteroit,
7. Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.

LAYANAN VSAT IP SESUAI DIGUNAKAN:
1. Aplikasi transaksional dan interaktif
Online antar cabang
Reservasi hotel/tiket pesawat
ATM (Automated Teller Machine)
Trafik data yang kecil
2. Aplikasi remote terminal / telnet / terminal emulation dengan sentralisasi database
Data entry
Pengendalian persediaan (Inventori control)
Payment point
3. Web surfing
E-mail
Instant messaging
File Transfer Protocol (FTP)


Sumber : http://www.goes.noaa.gov/, http://www.weather.gov/sat_tab.php?image=ir, http://www.lyngsat.com/

Frame Relay

Frame relay merupakan protocol WAN yang mempunyai performance tinggi yang bisa memberikan koneksi jaringan WAN sampai 2,048 Mbps (dan bahkan bisa lebih tinggi) ke berbagai belahan dunia. Frame relay menggunakan circuit virtual untuk koneksi site-2 dan memberikan lebar pipa bandwidth berskala yang bisa dijamin (dengan menggunakan apa yang disebut sebagai CIR- committed information rate). Frame relay begitu popular karena penawaran bandwidth yan berskala melalui jalur digital. Dengan menggunakan konfigurasi standard frame relay akan merupakan cara yang sederhana untuk meminimalkan masalah jaringan-2 frame relay.
Frame relay didesign untuk transmisi digital melalui medium yang sudah handal, yang pada umumnya adalah fiber optic, bandingkan dengan jaringan yang menggunakan X.25 yang pada awalnya didesign untuk jaringan transmisi analog melalui medium yang dianggap tidak handal seperti standard line telpon.
Berikut ini adalah fitur utama dari frame relay:
• Frame relay memberikan deteksi error tapi tidak memberikan recovery error.
• Frame relay memberikan transfer data sampai 1.54Mbs
• Frame relay mempunyai ukuran paket yang bervariable (disebut frame)
• Frame relay bisa dipakai sebagai koneksi backbone kepada jaringan LAN
• Frame relay bisa dimplementasikan melalui berbagai macam koneksi sambungan (56K, T1, T3)
• Frame relay beroperasi pada layer physical dan layer Data link pada model OSI
saat anda menandatangani kontrak berlangganan jasa frame relay, anda akan diberikan level layanan yang disebut CIR – committed Information Rate. CIR adalah batas jaminan maksimal rate transmisi yang akan anda terima dalam jaringan frame relay. Jika traffic jaringan rendah, anda bisa mengirim data dengan cepat seakan melebihi batas maksimal CIR. Jika traffic meningkat, prioritas akan diberikan pada data yang datang dari cutomer dengan CIR yang lebih tinggi, dan rate efektifnya akan drop.
Karena frame relay mengasumsikan medium transmisi yang handal, setiap switch melakukan pemeriksaan error tapi tidak recovery error. Sumber error dari frame relay kebnyakan bukan dari kehilangan paket atau data corrupt, akan tetapi dikarenakan mampetnya jaringan karena kepadatan aliran data. Saat traffic meningkat, switch frame relay mulai merontokkan paket untuk mengejar beban jaringan.
Gambaran berikut ini adalah konsep bagaimana data ditransmisikan melalui jaringan frame relay:
1. Router membuat koneksi ke switch frame relay baik langsung maupun lewat CSU/DSU
2. Jaringan Frame relay mensimulasikan suatu koneksi “selalu on” dengan PVC
3. Outer pengirim mulai mengirim data segera tanpa membentuk suatu sesi
4. Switch frame relay melaksanakan pemeriksaan error tapi tidak memperbaiki error tersebut.
5. Paket yang corrupt akan di jatuhkan tanpa notifikasi
6. Paket akan menjelajah melalu cloud frame relay tanpa adanya acknowledgement
7. Piranti pengirim dan penerima lah yang akan melakukan koreksi error
8. Switch frame relay akan mulai menjatukan paket jika kemapetan jalur mulai terbentuk
9. Kebanjiran atau kemampetan jaringanlah penyebab dari kehilangan paket secara umum pada jaringan frame relay
10. Paket akan dihilangkan berdasarkan informasi pada bit Discard Elligable (DE)
11. Switch frame relay mengirim notifikasi Backward explicit congestion notification (BECN) untuk mengisyaratkan menurunkan rate transfer data.


Frame relay addressing
Frame relay menggunakan Data-link Connection Identifier (DLCI) untuk setiap circuit virtual
1. Range DLCI ada antara 16 dan 1007
2. DLCI mewakili koneksi antara dua piranti frame relay
3. Penyedia layanan frame relay memerikan DLCI saat vitual circuit di setup
4. Setiap DLCI adalah unik pada jaringan local akan tetapi tidak pada jaringan WAN secara keseluruhan.

Local Management Interface (LMI)
LMI merupakan satu set ekstensi management protocol yang mengautomasikan banyak tugas-2 management frame relay. LMI bertanggungjawab untuk memanage koneksi dan melaporkan status koneksi.
1. Memelihara link antara router dan switch frame
2. Mengumpulkan satus informasi tentang router-2 yang lain dan juga koneksi-2 pada jarinan
3. Enable dinamik DLCI assignment melalui support multicasting
4. Membuat DLCI berarti secara global untuk jaringan keseluruhan
Router Cisco mendukung tiga macam LMI: Cisco; ANSI; dan Q933a. jika anda menhubungkan router dengan jaringan frame relay, interface router mempunyai koneksi langsung ke switch frame relay pada sisi penyedia frame relay. Walaupun hanya ada satu koneksi fisik antara router dan frame relay, frame relay mendukung multiple circuit virtual.
Ada dua opsi saat konfigurasi koneksi frame relay atau circuit:
1. Point-to-point yang mensimulasikan suatu sambungan leased line- suatu sambungan langsung dengan suatu piranti tujuan.
2. Multipoint, yang menghubungkan setiap circuit untuk berkomunikasi dengan lebih dari satu piranti tujuan. Ciscuit yang sama digunakan untuk multiple komunikasi.
Anda bisa mengkonfigurasikan router dengan multi sub-interface yang mengijinkan konfigurasi circuit virtual, yang masing-2 menggunakan parameter konfigurasi yang berbeda.
Saat mengkonfigurasi router untuk koneksi ke frame relay, nomor DLCI bertindak seperti address pada layer Data link dan layer Physical. Karena frame relay mendukung protocol-2 layer bagian atas, anda perlu mengasosiasikan logical, address tujuan layer network dengan nomor DLCI yang digunakan untuk mencapai address tersebut. Untuk koneksi multiple, anda mempunyai opsi konfigurasi berikut:
1. Asosiasikan DLCI secara dynamic dengan protocol inverse-ARP untuk mendapatkan address tujuan secara dynamic yang diasosiasikan dengan DLCI
2. Petakan addres secara manual ke DLCI dengan mengidentifikasikan address dari masing-2 piranti tujuan, dan asosiasikan setiap address dengan DLCI. Walaupun banyak yang dikerjakan, hasilnya tidak rentan terhadap error dibandingkan jika menggunakan inverse-ARP.
Jika interface atau sub-interface menggunakan koneksi point-to-point, anda tidak perlu mengasosiasikan address layer network dengan DLCI. Hal ini dikarenakan interface dan DLCI yang bersangkutan hanya mempunyai satu kemungkinan koneksi.
Standard minimum frame relay
Ada banyak standard frame relay yang berhubungan dengan jenis encapsulasi data-link layer dan fungsi-2 Local Managemeny Interface (LMI) yang digunakan oleh carrier frame relay modern.
Untuk kepentingan organisasi korporasi anda, berikut ini adalah standard minimum frame relay:
1. Jenis koneksi serial yang lebih disukai adalah jenis interface fisik V.35
2. Modus IETF pada encapsulasi frame relay seharusnya dgunakan untuk layanan yang baru untuk menjamin bisa saling beroperasi
3. Jenis LMI pada modus ANSI seharusnya digunakan untuk semua konfigurasi frame relay baru untuk jaminan saling operasi
4. Penggunaan point-to-point sub-interface untuk semua konfigurasi frame relay baru diperlukan untuk meminimalkan masalah koneksi jaringan yang diketahui.